Atletik

Januari 5, 2010 at 9:43 am (Uncategorized)

Sejarah Atletik

Atletik pada masa Yunani Kuno

Atletik yang terdiri dari jalan, lari, lompat dan lempar dikatakan sebagai cabang olahraga yang paling tua usianya dan disebut juga sebagai”ibu atau induk” dari semua cabang olahraga dan sering juga disebut sebagai juga sebagai Mother of Sports. Alasannya karena gerakan atletik sudah tercermin pada kehidupan manusia purba, Mengingat jalan, lari, lompat dan lempar secara tidak sadar sudah mereka lakukan dalam usaha mempertahankan dan mengembangkan hidupnya, bahkan mereka menggunakannya untuk menyelamatkan diri dari gangguan alam sekitarnya.

Pada tahun 390 SM pembinaan suatu bangsa dipusatkan pada peningkatan kekuatan fisik mengutamakan pertumbuhan menuju bentuk tubuh yang harmonis dan serasi melalui perpaduan kegiatan Gymnastik, Gramaika, dan Musika.

Kegiatan Gymnastic tedapat gerakan lari, lompat,lempar lembing, lempar cakram, dan gulat. Kelima gerakan-gerakan tersebut dilakukan oleh kaum muda untuk meningkatkan/membangun kekuatan dan membentuk tubuh yang perkasa.

Olahraga atletik terdapat di jaman Yunani yang dipopulerkan oleh Iccus dan Herodicus pada abad IV. Pada masa tersebut kelima macam cabang kegiatan dikenal sebagai olahraga Pentathlon yang berarti  lima, Sehingga setiap perlombaan selalu menggunakan istilah Pentathlon yang berarti lima, maksudnya adalah setiap peserta wajib mengikuti kelima macam olahraga tersebut.

Humeros adalah seorang ahli pujangga Yunani yang mencatat sejarah atletik pertama di dunia, salah satu catatan yang menjadi pegangan adalah olahraga atletik sudah dilakukan oleh semua orang pada zaman purba sekitar 100 tahun sebelum masehi.

Olahraga atletik sudah diperlombakan oleh masyarakat Yunani sejak olympiade kuno, sebelumnya masyarakat Yunani yang terdiri dari berbagai suku dan sering terjadi peperangan antar suku, dengan adanaya olympiade kuno ini didalamnya ada cabang atletik yang diperlombakan maka peperangan antar suku semakin jarang, hal ini dikarenakan masing-masing suku mempersiapkan atlet-atlenya yang akan diterjunkan dalam kegiatan olympiade kuno tersebut.

Tempat arena perlombaabn dimana para atlet akan berlomba dan daerahnya dikelilingi oleh tembok yang kuat tempat tersebut dinamakan Palaestra. Selain bertujuan untuk perdamain antar suku di Olympiade juga bertujuanuntuk upacar keagamaan yaitu untuk menyembah dewa orang Yunani yaitu Zeus.

Macam-macam perlombaan yang dilaksanakan dalam olympiade kuno adalah:

  1. Lomba lari
  2. Pentahtlon
    1. Lari cepat
    2. Lompat jauh
    3. Lempar cakram
    4. Lembar lembing
    5. Gulat
  3. Parcration
  4. Gulat
  5. Tinju
  6. Pacuan kereta kuda

Juara perlombaan pentathlon dinobatkan menjadi raja olympiade kuno dan diarak keliling kota yang disambut oleh masyarakatnya yang mengeluelukan kedatangan sang juara olympiade.

Dengan selalu diadakannya pesta olympiade, maka masyarakat Yunani termotivasi untuk selalu giat berlatih terutama kaum mudanya dan ini memberikan pengaruh positif bagi ketahanan bangsa untuk mempertahankan negaranya dari serangan lawan, seperti halnya yang terjadi di kota Marathon, sebuah kota kecil di tepi pantai Miltiades pasukan Yunani yang jumlahnya lebih sedikit mampu menghalau angkatan perang Persia yang jumlahnya besar, Salah seorang prajurit Yunani yang telah berperang berhari-hari yatu Phellippides disuruh memberikan kabar atas kemenangan ke kota Athena prajurit tersebut meninggal dunia akibat kehabisan tenaga dan hal ini terjadi pada tahun 490 Sebelum Masehi.

Lari marathon merupakan suatu acara untuk mengenag salah satu seorang pahlawan dari Yunani yang bernama Phellippides yang telah berlari dari kota Marathon ke kota Athena yang berjarak kurang lebih 42,195 km, kegiatan ini sampai saat ini selalu diperlombakan baik tingkat Nasional maupun Internasional.

Zaman keemasan atletik berakhir pada tahun 338 sebelum masehi ketika itu bangsa Maxedonia di bawah kepemimpinan raja Iskandar Zulkarnaen menyerang Yunani dan berhasil menaklukannya dan disusul terjadinya huru-hara bangsa Yunani dengan bangsa Romawi yang berakibat hancurnya peradaban dan kebudayaan bangsa Yunani bahkan dihentikannya olympiade kuno semasa kekuasaan Romawi oleh Kaisar Theodoseus. Peradaban Yunani benar-benar hancur setelah terjadi penyerangan oleh bangsa Barbar dari daratn Asia dan disusul meletusnya gunung Olympus yang menghancurkan stadion olympiade dan patung-patung kebesaran bangsa Yunani seperti patung Zeus.

  1. A. Pengertian Atletik

Atletik merupakan aktivitas jasmani yang terdiri dari gerakan-gerakan dasar yang dinamis dan harmonis, yaitu jalan, lari, lompat dan lempar. Bila dilihat dari arti atau istilah “ Atletik” bersal bahasa Yunani yaitu Athlon atau Athlum yang berarti”lomba atau perlombaan/pertandingan”. Amerika dan sebagian di Eropa dan Asia sering memakai istilah/kata atletik dengan Track and Field dan negara Jerman memakai kata Leicht Athletik dan negara Belanda memakai istilah/kata Athleitik.

Atletik juga merupakan sarana untuk untuk pendidikan jasmani dalam upaya meningkatkan kemampuan biomorik, Misalnya kekuatan,daya tahan, kecepatan, kelenturan, koordinasi dan sebagainya. Selainitu juga sebagai sarana untuk penelitian pagi para ilmuan.

Nomor-nomor dalam atletik yang sering diperlombakan dapat diperinci sebagai berikut:

  1. Nomor jalan dan lari
    1. Jalan cepat yang diperlombakan untuk putri 10 dan 20 km, dan putra 20 km dan 50 km.
    2. Lari

b.1 ditinjau dari jarak yang ditempuh dapat dibedakan:

  • Lari jarak pendek (Sprint) mulai dari 60 m sampai dengan 400 m.
  • Lari jarak menengah (midle distance) adalah 800 m dan 1500 m.
  • Lari jarak jauh (long distance) adalah 3000 m sampai dengan 42.195 km (marathon)
  1. Ditinjau dari lintasan atau jalan yang dilewati:
  • Lari di llintasan tanpa melewati rintangan (flat) yaitu 100 m, 200 m, 400 m, 800m, 1500 m, 10.000 m.
  • Lari ladang atau cross country atau lari lintas alam.
  • Lari 3000 m halang rintang ( Steplechase).
  • Lari gawang 100 m, 400 m gawang untuk putri dan 110 m dan 400 m gawang untuk putra.
  1. Ditinjau dari jumlah jumlah peserta dan jumlah nomor yang dilakukan dapat dibedakan:
  • Lari estafet yaitu 4 x 100 m untuk putra dan putri dan 4 x 400 m untuk putera dan putri.
  • Combined Event ( nomor lomba gabungan) yaitu panca lomba (untuk kelompok remaja), sapta lomba (junior putra-putri dan senior puteri), dan dasa lomba (senior putra).
  1. Nomor lompat
    1. Lompat tinggi (hight jump)
    2. Lompat jauh (long jump)
    3. Lompat jangkit (triple jump)
    4. Lompat tinggi galah (polevoult)
    5. Nomor lempar
      1. Tolak peluru (shot put)
      2. Lempar lembing (javelin throw)
      3. Lempar cakram (discus throw)
      4. Lontar martil (hammer)

Dengan demikian dalam suatu perlombaan atletik akan terdapat lebih dari satu macam perlombaan, yaitu nomor jalan cepat dapat dilaksanakan di jalan raya (race walking) atau di dalam stadion, lari, lompat, dan lempar. Banyak jumlah perlombaan yang diperlombakan tergantung dari sifat dan tingkat perlombaan, baik tingkat daerah maupun nasional.

  1. B. Lari Jarak Pendek (Sprint)

Atletik merupakan aktivitas jasmani yang terdiri dari gerakan-gerakan dasar yang dinamis dan harmonis, yaitu jalan lari, lompat dan lempar. Bila dilihat dari arti atau istilah ”Atletik” berasal dari bahasa Yunani yaitu Athlon atau athlum yang berarti lomba atau pertandingan. Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang paling tua, sehingga atletik sering disebut induk dari cabang olahraga. Dalam atletik terdapat cabang-cabang yang diperlombakan yaitu jalan, lari, lempar dan lompat. Nomor-nomor pada cabang lari jarak pendek, lari jarak jauh dan juga lari marathon. Lari jarak pendek menempuh jarak  50 m sampai 400 m. Perlu adanya teknik dan keterampilan yang baik untuk menjadi atlit lari jarak pendek supaya hasil yang dilaksanakan maksimal. Sprint atau lari cepat merupakan salah satu nomor dalam dalam cabang olahraga atletik. Sprint atau lari cepat merupakan semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan makimal sepanjang jarak yang ditempuh, oleh karena itu kebutuhan utama untuk lari pendek adalah kecepatan.   Kecepatan dalam lari jarak pendek adalah hasil kontraksi yang kuat dan cepat dari otot-otot yang dirubah menjadi gerakan halus dan efisien dan sangat dibutuhkan pelari untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi.

Seorang pelari jarak pendek (sprinter) yang potensial bila dilihat dari komposisi atau susunan serabut otot persentase serabut otot cepat (fast twitch) lebih besar atau tinggi dengan kemampuan sampai 40 kali perdetik dalam vitro  dibanding dengan serabut otot lambat (slow twitch) dengan kemampuan sampai 10 kali perdetik dalam vitro. Oleh karena itu seorang pelari jarak pendek dilahirkan dengan bakat bukan dibuat.

Lari jarak pendek atau sprint dibagi menjadi tiga tahap gerakan ialah: star, gerakan lari cepat dan gerakan finish. Analisis Gerakannya adalah:

  1. a. Start

Start adalah suatu persiapan awal seorang pelari akan melakukan gerakan berlari. Untuk nomor jarak pendek start yang dipakai adalah start jongkok( Crouch Start). Tujuan utama start dalam lari jarak pendek, lari estafet dan lari gawang adalah untuk mengoptimalkan pola lari percepatan. Pelari harus dapat mengatasi kelembaman/inertia dengan menerapkan daya maksimum terhadap start block sesegera mungkin setelah tembakan pistol atau aba-aba dari starter dan bergerak kedalam suatu posisi optimum untuk tahap lari percepatan.

Aba-aba Start lari Sprint

Adapun posisi badan saat aba-aba tersebut di atas sebagai berikut:

  1. 1. Bersedia

Setelah starter menberikan aba-aba bersedia, maka pelari akan menempatkan kedua kaki menyentuh blok depan dan belakang, lutut kaki belakang diletakan di tanah, terpisah selebar bahu lebih sedikit, jari-jari tangan membentuk huruf V terbalik dan kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedangkan pandangan mata menatap luruske bawah.

  1. 2. Siaaap

Setelah ada aba-aba siaap, seorang pelari akan menempatkan posisi badan sebagai berikut lutut ditekan ke belakang, lutut kaki depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku (90º), lutut kaki belakang membentuk sudut antara 120º-140º, dan pinggang sedikit diangkat tinggi dari bahu, tubuh sedikit condong ke depan, serta bahu sedikit maju ke depan dari dua tangan.

  1. 3. Yaak (bunyi pistol)

Gerakan yang akan dilakukan pelari setelah aba-aba yak/bunyi pistol adalah badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menolak/menekan keras pada start-blok, kedua tangan diangkat dari tanah bersamaan untuk kemudian diayun bergantian, kaki belakang mendorong kuat, dorongan kaki depan sedikit tidak namun lebih lama, kaki belakang diayun ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke depan, lutut dan pinggang keduanya diluruskan penuh pada saat akhir dorongan.

  1. b. Urutan gerakan lari secara keseluruhan

Urutan gerak dalam berlari bila dilihat dari tahap-tahapnya adalah tahap topang yang terdiri dari dari tahap ayun ke depan dan satu tahap pemulihan atau recovery.

  1. Tahap topang

Pada tahap ini bertujuan untuk memperkecil menghambatan saat sentuh tanah dan memaksimalkan dorongan ke depan. Bila dilihat dari sifat teknisnya adalah mendarat pada telapak kaki (ballfoot) lihat gambar 1: pada saat topang lutut kaki topang bengkok minimal pada saat amortisasi, kaki ayun adalah dipercepat( lihat gambar 2), posisi pinggang, sendi lutut, dan mata kaki dari kaki topang harus diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak, serta paha kaki ayun naik dengan cepat cepat ke suatu posisi horizontal(3).Untuk lebih jelas lihat gambar.

  1. Tahap melayang(Flying phase)

Pada tahap ini bertujuan untuk untuk memaksimalkan dorongan ke depan untuk mempersiapkan suatu penempatan kaki yang efektif saat saat sentuh tanah. Bila dilihat dari sifat-sifat teknis pada tahap ini adalah lutut ayun bergerak ke depan dan ke atas (untuk meneruskan dorongan dan menambah panjang langkah) lihat (1). Lutut kaki topang bengkok dalam pada tahap pemulihan (recovery) (untuk mencapai suatu bandul pendek) (2). Ayunan lengan aktif namun rileks, selanjutnya kaki topang bergerak ke belakang (untuk memperkecil gerak menghambat pada saat sentuh tanah) (3) Untuk lebih jelasnya lihat gambar.

  1. c. Finish

Garis finish merupakan garis/batas akhir pertandingan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan pada waktu pelari mencapai finish yaitu: lari terus menerus tanpa perubahan apapun. Dada dicondongkan ke depan. Jarak 20 meter terakhir sebelum garis finish merupakan perjuangan untuk mencapai kemenangan dalam perlombaan lari, maka yang perlu diperhatikan adalah kecepatan langkah dan jangan perlambat langkah sebelum melewati garis finish.

Menurut Riky joe (blog: 9 November 2007), Teknik lari jarak pendek (sprint) dapat dirinci menjadi tahap-tahap sebagai berikut:

  1. Tahap reaksi dan dorongan
  2. Tahap lari akselerasi
  3. Tahap transisi/perubahan
  4. Tahap kecepatan maksimum
  5. Tahap pemeliharaan kecepatan
  6. Finish

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan lari menurut amat komari (2008:19):

  1. Power tolakan sesuai hukum newton III (F=-F) adalah apabila sebuah benda melakukan sebuah gaya kepada benda lain, maka benda yang dikenai gaya tersebut akan melakukan gaya balasan yang sama besarnya akan tetapi arahnya berlawanan.
  2. Pencondongan badan, dalam lari badan dicondongkan kedepan selam keseimbangan masih dapat dipertahankan. Pencondongan ini bertujuan untuk mendapatkan komponen F horizontal yang besar untuk maju kedepan. Dimana titik berat akan berada didepan sehingga tubuh akan terdorong kedepan. Umumnya terjadi saat dan setelah start.
  3. Panjang langkah
  4. Frekuensi langkah

Selain itu dari faktor tersebut ada juga faktor yang mempengaruhi yaitu daya tahan. Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk bekerja dalam waktu yang relatif lama dengan kelelahan yang tidak berati.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Macam-macam Pengajaran dalam Pembelajaran Penjas

Januari 5, 2010 at 9:30 am (Uncategorized)

Teknologi Pembelajaran Penjas

Macam-macam Pengajaran dalam Pembelajaran Penjas

Pemanasan Permainan Tanpa Menggunakan Alat

Nama Permainan   : Mengejar Lawan Melalui Garis Lapangan

Tujuan Permainan : Perkenalan Ukuran Lapangan dan Untuk Kecepatan Reaksi

Cara Bermain:

Siswa yang terdiri dari 25 anak, terlebih dahulu dipilih 2 anak yang akan jaga, kemudian  anak yang tidak jaga berada digaris-garis lapangan yang ada, tetapi 2 anak yang akan mengejar telebih dahulu berada di sebrang lapangan. Setelah ada aba-aba atau peluit para siswa berlari melalui garis-garis lapangan, Siswa yang jaga juga mengejar melalui garis lapangan berusaha untuk menangkap siswa, Siswa yang akan dikejar berusaha menghindar unuk tidak tertangkap dengan berlari melalui garis juga, Siswa yang tertangkap harus menggantikan jaga siswa yang menangkap untuk mengejar, begitu seterusnya.

Gambar Permainan

Keterangan :

: Siswa yang jaga

: Siswa yang dikejar

Gaya Latihan

Posisi awal:

  • Badan tegak lurus
  • Satu kaki di depan dan satu kaki lagi di belakang

Cara melakukan:

  • Sentuhlah bola dengan sisi kaki bagian dalam dan posisikan kaki secara tegak lurus terhadap bola
  • Tendanglah dengan pelan untuk mempertahankan kontrol bola dan pusatkan kekuatan tendangan pada bagian tengah bola sehingga mudah mengontrol  arahnya
  • Saat melakukan siswa dibaris 2 bersaf ada yang ke utara dan selatan mereka saling berhadapan dengan jarak kira-kira 10 meter, siswa yang berada di utara terlebih dahulu menggiring bola menuju ke siswa yang berada di arah selatan sesudah siswa utara menggiring bola siswa yang berada di selatan menggiring bola ke arah  utara terus dilakukan secara berulang-ulang.

Hal yang perlu diperhatikan:

Ketika melakukan menggiring bola usahakan kepala tegak dan mata terpusat pada ke lapangan di depan dan jangan terpaku untuk melihat kaki.

Kertas Tugas

GAYA RESIPROKAL

Nama Pelaku            : ………………..

: ………………..

Kelas              :

Materi             : Bola Voli (Passing Atas)

NO KRITERIA/TUGAS Siswa I Siswa II
Ya Tidak Ya Tidak
1 Posisi dan sikap tangan:

1. Jari-jari tangan terbuka lebar.

2. Jari-jari melemas fleksibel.

3. Kedua tangan membentuk mangkuk.

4. Apabila digabungkan kedua jempol dan jari telunjuk maka akan membentuk segitiga.

2 . Sikap awal menerima bola:

1. Tangan diangkat sejajar bahu dengan siku ditekuk membentuk sudut  45°.

2. Tangan berada di muka setingi hidung.

3. Pandangan searah dengan telapak tangan.

4. Badan condong kedepan sedikit membungkuk.

5. Sikap kaki labil dan lutut ditekuk hingga dirasa cukup nyaman.

3 Posisi sebelum dan saat perkenaan dengan bola:

1. Saat bola datang tangan sedikit mendekati bola untuk meminimalisir tekanan bola dari atas.

2. Sentuhan bola pada bagian belakang bawah bola.

3. Saat bola telah menyentuh tangan, langsung melakukan pantulan secara spontan dengan diikuti gerakan kaki mendorong kearah depan atas

4 Gerakan lanjutan:

1. Pantulan dirangkai dengan gerakan meluruskan tangan ke atas sepenuhnya.

2. Arahkan bola ke sasaran.

2. Pinggul bergerak maju ke arah sasaran atau mundur untuk membuat tolakan.

3. Bersamaan dengan tolakan, kaki lurus dan bila perlu sampai jenjang.

4. Untuk menstabilkan keseimbangan setelah memassing bola, salah satu kaki melangkah kearah dimana badan condong.

Nama Pengamat :…………………..

NIM                 : ……………………

Pemanasan Permainan Dengan Menggunakan Alat

Nama Permainan          : Kucing-kucingan Bola

Tujuan Permainan         : Meningkatkan suhu Tubuh

Cara Bermain:

Siswa membentuk lingkaran, kemudian salah satu siswa dipilih menjadi kucing/orang yang jaga  kemudian siswa yang lain melakukan permainan dengan melakukan lempar-lemparan bola kepada temannya bila bola sudah dilempar, maka siswa yang melempar menuju ke tempat siswa yang telah dilemparkan bola, siswa yang jaga berusaha menangkap bola tersebut bila bola tertangkap maka siswa yang bolanya tertangkap menggantikan siswa yang jaga, begitu seterusnya.

Gambar Permainan

Keterangan

: Guru

: Siswa yang tidak jaga

: Siswa yang jaga

KERTAS TUGAS

GAYA CAKUPAN/INKLUSI

Nama pelaku    :__________________

NIM                :__________________

Materi              : Lompat Jauh

Petunjuk Umum:

1. Pilihlah bentuk latihan lompat jauh yang tersedia sesuai dengan kemampuan anda.

2. Setelah anda mampu melakukan 3 kali pada level 1 atau yang lain dapat diteruskan ke level yang lebih tinggi.

Petunjuk Khusus:

1. Sikap permulaan diawali dengan posisi lari.

2. Terdapat tiga tanda garis/keset yang disusun berurutan.

3. Melakukan gerakan awalan, bertumpu,melayang dan mendarat.

4. Gerakan bertumpu (yaitu tahap peletakan kaki tumpunya hampir diluruskan sepenuhnya, tahap amortisasi kaki ditekuk kira-kira 165˚, tahap pelurusan saat akan melompat kaki ayun harus dalam posisi horizontal, tungkai bawah harus menggantung vertikal dan badan tetap tegak.

5. Gerakan melayang dan mendarat ( menggerakan lengan dan kaki dalam tahap ini bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan serta  untuk tahap pendaratan.

Materi

Tugas Level 1 Level 2 Level 3
Lompat jauh dengan menggunakan awalan lari dengan cara  melompat menuju batas garis/  keset dengan cara bertumpu, melayang dan mendarat.

Jumlah:

1  2  3

Melakukan lompat jauh dengan jarak  batas garis/keset 2 meter di depan garis titik tolakan Melakukan lompat jangkit dengan jarak  keset 2,5 meter di depan garis titik tolakan Melakukan lompat jangkit dengan jarak  keset 3 meter di depan garis titik tolakan

Catatan: Tugas ini diberikan kepada mahasiswa minimal satu minggu sebelum tatap muka.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world!

Desember 11, 2009 at 12:50 am (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 1 Komentar